Rabu, 22 Februari 2012

Diskusi Sunni Syiah

KH. Tengku Zulkarnaen: Mimpi Jika Menyatukan Sunni-Syiah
JAKARTA (VoA-Islam) – Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain menegaskan, dalam rapat pimpinan MUI yang diadakan tiga bulan lalu, telah disepakati, bahwa MUI tidak akan bekerjasama dengan Pemerintah Syiah Iran, kecuali dalam hal ekonomi dan keuangan syariah.
“Kerjasama tingkat dunia antara Sunni-Syiah itu sama halnya dengan bermimpi,” kata KH. Tengku Zulkarnain saat dijumpai Voa-Islam, usai diskusi tentang Kaum Sunni di Iran oleh Grand Imam Sunni Iran, Maulana Maulawi Madani.
Dalam diskusi tersebut, dari kalangan Sunni hadir antara lain: KH. Mahyidin Junaidi (MUI), Ustadz Rasmin Zaitun (Wahdah Islamiyah), Ustadz Fariq Uqbah (Al Islam), Ustadz Ahmad Satori (IKADI), KH. Hamdan Rasyid (Ketua MUI DKI), KH. Syaifudin Amsir (Syuriah PP PBNU), KH. Muhammad Al Khaththath (FUI), Anwar Abas (Muhammdiyah), KH. Tengku Zulkarnain (MUI).
Sedangkan, dari kalangan Syiah dihadiri oleh: Umar Syihab (MUI), Dr.Mahmoud Farazandeh (Dubes Republik Islam Iran), dan beberama tokoh Syiah lainnya.
Saat diskusi, KH. Tengku Zulkarnain yang juga Wakil Ketua Komisi Fatwa Mathlaul Anwar , mempertanyakan kenapa di Irak tidak ada dari kalangan Sunni yang menjadi Menteri maupun gubernur. Sedangkan di Indonesia, kaum Syiah bisa menjadi Menteri.
Soal kenapa Syiah mencaci maki sahabat Nabi, tak terkecuali istri Nabi (Aisyah)? Lalu dengan diplomatis, ulama Syiah itu mengatakan, mereka adalah pengikut Syiah yang bodoh.
“Jika begitu, berarti  Jalaluddin Rahmat alias Kang Jalal itu bodoh, karena telah membuat puisi berjudul Fatimah dalam bukunya, yang menyebut sahabat Nabi Abu Bakar Shiddiq sebagai perampas. Khalifah Abu Bakar juga disebut telah merampas Ali. Jadi orang Syiah yang mencela sahabat Nabi itu bodoh,” kata Tengku.
Terkait nikah mut’ah, madzhab Syiah terang-terangan telah membolehkan. Dari sini sudah jelas, tidak mungkin mempersatukan antara Sunni-Syiah, karena dari awal sudah berbeda, terutama dalam hal-hal pokok agama (ikhtilaf usul). Jadi sekali lagi, mimpi jika menyatukan Sunni-Syiah. “Jika orang Syiah anggap Sunni itu sesat, maka begitu juga Sunni menilai Syiah itu sesat. Jadi kesimpulannya dalam pertemuan tersebut, biarlah Sunni-Syiah jalan masing-masing. Hubungan Sunni-Syiah hanya sebatas wawasan pemikiran dan politik, bukan madzhab.”
MUI sendiri telah mengimbau kepada umat Islam agar mewaspadai gerakan Syiah di Indonesia. Ketika ditanya, bagaimana dengan Umar Syihab yang dituding sebagai Syi’i? Tengku Zulkarnain mengatakan, kita sudah tanya pada saudara Umar Syihab tentang apakah anda seorang Syiah? Tapi tetap saja Umar Syihab tidak pernah mau mengakui dirinya sebagai Syi’i. “Asal tahu saja, diskusi ini, sesungguhnya adalah atas prakarsa Umar Syihab,” kata KH. Tengku. (Desastian) Selasa, 21 Feb 2012
(nahimunkar.com)
Read More..

Rabu, 08 Februari 2012

400 Pengurus Wahdah Islamiyah Mukernas di Makassar

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Wahdah Islamiyah akan menyelenggarakan musyawarah kerja nasional atau Mukernas di Makassar, Sabtu (11/2/2012) hingga Minggu (12/2/2012). Kegiatan ini digelar untuk membahas program kerja organisasi kemasyarakatan Islam ini setelah mukhtamar digelar, Desember 2011.

Ketua Panitia Mukernas Sayuti Abdullah saat berkunjung di kantor Tribun, Rabu (8/2/2012), mengatakan, sebanyak 400 pengurus Wahdah dari 68 dewan pimpinan daerah di Indonesia akan hadir.

"Mukernas digelar setiap dua tahun sekali dan muktamar sekali dalam lima tahun," kata Sayuti.
Mukernas akan dirangkaikan dengan peresmian Tim Penanggulangan Musibah (TPM) Wahdah Islamiyah dirangkaikan pelepasan dai.Wahdah saat ini memiliki 18.700 kader di Indonesia.(*/tribun-timur.com) Link Berita:http://makassar.tribunnews.com/2012/02/08/400-pengurus-wahdah-islamiyah-mukernas-di-makassar
Read More..

Apa yang mau dikata???

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mawar (17), bukan nama aslinya, terlihat tenang dan sekali-kali kakinya digoyangkan. Ia duduk manis dibelakang Melati (17), nama samaran, saat diperiksa penyidik polisi wanita Kasubdit IV, Direskrimum Polda Kalbar, Selasa (7/2/2012), siang. 

Kedua gadis ini baru saja diamankan pada Senin (6/2/2012) sekitar pukul 22.00 WIB oleh jajaran Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar di Hotel Harmoni, Jl Sungai Raya Dalam, KKR. Kedua gadis diamankan karena diduga terlibat praktik prostitusi terselubung yang saat ini sedang marak. 

Mawar merupakan korban dari Melati yang menawarkan kepada pria hidung belang yang sudah menunggu di Hotel Harmoni. Namun Mawar kemudian mengakui bahwa Melati adalah kawannya dan dengan santai ia mengungkapkan perbuatannya tersebut atas dasar keinginan sendiri. 

Melati kini telah ditetapkan sebagai tersangka perdagangan wanita di bawah umur dan dikenakan Pasal 88 Undang-undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-undang No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. 

"Dia kawan saya, saya yang mau sendiri. Saya butuh uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk biaya adik saya sekolah," ujar Mawar.

Mawar menceritakan terjebak dalam prostitusi terselubung tersebut karena kemampuan ekonomi kedua orangtua yang minim. Pada awalnya, ia mendapatkan uang yang cukup untuk sekali melayani pria hidung belang. 

"Awalnya dapat Rp 2 juta, uangnya untuk biaya sekolah adik. Saya sudah tak sekolah lagi. Saya sekarang kos sendiri, orangtua tahu saya seperti ini," ujar dia. 

Lalu bagaimana perkenalan dirinya dengan Melati, Mawar mengungkapkan dari pergaulan sehari-hari di tempat kumpul serta keinginan terhadap barang-barang yang tren di kalangan anak muda serta kebutuhan perutlah yang membawanya kesana. 

Mawar sebenarnya tidak ingin terjerumus ke dalam dunia hitam tersebut. Ia pun sempat terdiam ketika ditanya bahaya yang akan diterimanya. Melati, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tidak lagi canggung ketika menceritakan keterlibatannya. Berbeda dengan Mawar, Melati tergiur karena gaya hidupnya. 

"Karena uang, tapi sekarang tak terlalu. Hanya kadang-kadang saja. Kalau orangtua kasih uang sih, tak mungkinlah kayak gini," tuturnya polos. Melati mendapatkan hasil dari menyalurkan temannya tersebut ke pria hidung belang sekitar setengah dari bayarannya.

Melati bisa masuk ke dalam jaringan prostitusi ini karena Alenk (22). Alenk, ditangkap karena menyalurkan dua wanita kepada pria hidung belang. Ia ditangkap pada Kamis (2/2), sekitar pukul 02.20 dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. 

Alenk, begitu nama panggilannya berkilah para wanita lah yang datang dan meminta dicarikan pria hidung belang. "Mereka yang datang sendiri ke saya. Saya bantu-bantulah, saya hanya dapat paling Rp 100-150 ribu," tuturnya.

Penulis : Rihard Nelson
Editor : Bowo

Read More..

Minggu, 05 Februari 2012

Kisah Selembar Tikar Tua

Tuhan,
Katanya Kau tak pernah tidur, benarkah ?
Kalau aku, aku susah tidur Tuhan…
Kau tahu kenapa ?

Karena aku tak punya makanan yang bisa mengenyangkan perutku,
Aku juga tak punya pakaian yang bisa menghangatkan tubuhku,
Aku pun tak punya kasur empuk untuk mengistirahatkan badanku,
Kau tahu, Tuhan ?

Seharian ini aku sudah bekerja keras,
Membantu mengangkat barang belanjaan orang di pasar,
Menjual kantong-kantong plastik,
Dan membantu Pak Ajis membersihkan sampah.
Aku ingin mengumpulkan uang banyak untuk beli baju dan sandal baru.
Kau tahu kenapa, Tuhan?

Karena bukankah sebentar lagi Lebaran ?
Itu berarti aku bisa menabung,
tak perlu beli makanan,
Karena aku puasa, dan masjid-masjid biasanya kasih makanan gratis buat buka dan sahur.
Tuhan, Kau sudah mengantuk, belum ?
Aku ngantuk

Maukah Kau menemaniku tidur ?
Aku punya selembar tikar tua untuk alas tidur
Cukup kok untuk kita berdua.Tuhan, aku kedinginan
Bolehkah aku memeluk-Mu ?
Read More..